1.Kegiatan Ekonomi Dua Sektor
Dalam kegiatan ekonomi seperti ini sektor produksi
menggunakan seluruh faktor produksi yang ada dalam perekonomian,
pengeluaran sektor rumah tangga akan sama dengan nilai barang dan jasa
yang diproduksi dalam perekonomian, di mana kegiatan
perdagangan pada umumnya masih menggunakan cara barter.
2.Kegiatan Ekonomi Tiga Sektor
Dalam kegiatan ekonomi tiga sektor, pelaku-pelaku
ekonomi yang terlibat selain dari rumah tangga dan perusahaan,
diperlihatkan juga peranan dan pengaruh pemerintah atas kegiatan
perekonomian.
3.Kegiatan Ekonomi Empat Sektor
Kegiatan
ekonomi empat sektor sering disebut perekonomian terbuka karena
kegiatan ini tidak hanya melibatkan pelaku-pelaku ekonomi di dalam
negeri, tetapi juga masyarakat ekonomi di luar negeri.
2. ada : karena kalau tidak ada kegiatan ekonomi di suatu negara,suatu negara tidak akan bisa meberikan kepuasan bagi para konsumen di negara tersebut.
3. 2 sektor : Rumah tangga dan perusahaan
3 sektor : rumah tangga,pemerintah dan perusahaan
4 sektor : rumah tangga,pemerintah,perusahaan dan luar negeri
4. sebuah pabrik yang memiliki jumlah modal yang tetap, atau peralatan dan
mesin, dan penawaran variable tenaga kerja. Saat perusahaan
meningkatkan jumlah pekerja, hasil total perusahaan meningkat namun,
jumlah peningkatannya selalu menurun. Hal ini disebabkan, setelah titik
tertentu, pabrk menjadi terlalu sesak dan pekerja mulai mengantri untuk
menggunakan mesin-mesin. Solusi jangka panjang bagi masalah ini adalah
meningkatkan modal tetap perusahaan, seperti membeli mesin-mesin baru
dan membangun lebih banyak pabrik.
5.
|
| |
| a. |
Ekstensifikasi,
artinya perluasan produksi dengan cara menambah faktor-faktor atau
unit produksi baru. Di bidang pertanian misalnya menambah areal pertanian,
di bidang
industri menambah tenaga kerja, mesin-mesin. |
| b. |
Intensifikasi, artinya perluasan produksi
yang dilakukan dengan cara meningkatkan
produktivitas (kemampuan menghasilkan) dari faktor produksi yang ada
pada tiap
unit produksi. Di bidang pertanian misalnya dengan pemupukan, pengairan
yang
lebih intensif. Di bidang industri misalnya dengan pembagian kerja
(spesialisasi kerja),
peningkatan kemampuan dan keahlian kerja. |
| c. |
Diversifikasi, artinya meningkatkan jenis
dan macam produksi yang dihasilkan. Di
bidang pertanian seperti tumpang sari. | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | |
|
6. primer : kebutuhan pokok,yang tisak lain manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa kebutuhan itu.
sekunder : kebutuhan pelengkap
tersier : kebutuhan pelengkap yang kalau tidak dipenuhi tidak akan berpengaruh apapun
7. Nilai suatu barang sangat bergantungan pada permintaan dan penawaran barang pasar.
8. Teori nilai tenaga kerja (David Ricardo): “Nilai barang ditentukan oleh
banyaknya tenaga/jam kerja yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan
barang tersebut.”
9. Teori nilai lebih (Karl Marx): “Nilai tukar barang ditentukan oleh
tenaga kerja rata-rata masyarakat, dimana buruh diberi upah yang lebih
rendah
10. Gossen I: jika manusia memakai suatu jenis barang secara terus-terusan
makan pertama akan mendapatkan kenikmatan yang tinggi tetapi lama
kelamaan makin turun sampai terdapat kejenuhan
Gossen II: manusia memenuhi kebutuhannya yang beraneka ragam itu dengan tinggkatan intensitas yang sama